xmlns:fb='http://www.facebook.com/2008/fbml'> Warung Hikmah

25 Jan 2015

LAGU “SLUKU –SLUKU BATHOK”




Sluku – sluku batok     (Ghuslu-ghuslu bathnaka)
Batoke ela – elo     (Bathnaka lailaha illallah)
Sri Rama menyang Solo (kutho)     (Sharima yasluka)
Oleh – olehe payung mutho      (Lailaha illallah hayun (wal) mauta)
Mak jentit lolo lobah      (Mandzalik muqarabah)
Wong mati ora obah      (Hayun (wal) mauta innalillah)
Yen obah medeni bocah       (Mahabbatan mahrajuhu taubah)
Yen urip goleko duwit.       (Yasrifu innal khalaqna insana mindhafiq)


Ghuslu-ghuslu bathnaka   (Sucikanlah batinmu)
Bathnaka lailaha illallah  (Batin senantiasa berzikir lailaha illallah)
Sharima yasluka  (Ambillah jalan masuk)
Lailaha illallah hayun (wal) mauta   (Esakan Tuhan selagi hidup (sebelum maut tiba).)
Mandzalik muqarabah  (Siapa yang ingin dekat dengan Allah)
Hayun (wal) mauta innalillah   (Hidup dan mati itu milik Allah)
Mahabbatan mahrajuhu taubah   (Kecintaan menuju pertobatan)
Yasrifu innal khalaqna insana mindhafiq   (Perhatikanlah, manusia itu diciptakan dari apa, ia diciptakan dari air yang memancar.


Lagu sederhana ini karya para wali jaman dulu, Yang begitu luas pemahamannya tentang agama, Yang begitu dalam ungkapan jiwa seninya, Yang begitu peduli pada pendidikan anak negeri, Yang begitu bersemangat sebarkan kebajikan.

Makna “Cublak-Cublak Suweng” Yang Menakjubkan

  
Masih ingat dolanan saat kita masih kecil dan biasanya dilakukan pas terang bulan ini? Beberapa anak ikut bermain, satu anak duduk telungkup seperti posisi sujud dan memejamkan matanya sementara anak-anak lainnya duduk mengitarinya lalu tangan anak-anak tersebut dalam posisi menengadah menunggu giliran sebuah batu kerikil yang nanti akan jatuh dalam salah satu genggaman tangan seorang anak. Sambil menggilir batu tsb anak-anak menyanyikan lagu ini :

Cublak-cublak suweng
Suwenge ting gelenter
Mambu ketundung gudhel
Pak gempo lerak-lerek
Sopo ngguyu ndelekakhe
Sir-sir pong dele kopong
Sir-sir pong dele kopong
Sir-sir pong dele kopong

Selesai menyanyi lagu itu, anak yang telungkup bangun dan disuruh menebak siapa yang menggenggam batu tsb. Si anak yang telungkup bila salah menebak maka dia akan disuruh telungkup lagi dalam fase permainan berikutnya.
Permainan ini pastilah sudah lama kita tinggalkan. Namun tanpa kita sadari sampai kita dewasa pun kita masih melakukan ’permainan’ ini. Dalam kehidupan sehari-hari. Permainan anak-anak yang akrab bagi masyarakat Jawa ini ternyata mengandung banyak makna dan mengajarkan kehidupan sedari kecil. Konon (katanya) permainan ini awalnya dikenalkan oleh Walisongo.
Banyak versi lirik lagu ”Cublak-cublak Suweng” di Jawa. Mungkin tergantung nenek moyang dan dialek setempat, Tegal dan Pekalongan yang bersebelahan saja bisa berbeda lirik lagunya. Dalam satu kota saja bisa beda versi, yang jelas secara garis besar sama dan kurang lebih maknanya juga sama.
Apa sebenarnya makna dari dolanan bocah cilik ini?

23 Jan 2015

MAKNA LAGU “GUNDUL-GUNDUL PACUL"


Pernahkah anda dimasa kanak-kanak menyannyikan lagu dolanan, khususnya anak-anak jawa ....? kalau dimasa kecil hidup di kampung jawa tengah dan jawa timur pasti tau lah lagu dolanan lil-ilir, gundul-gundul pacul, cublek-cublek suweng, dll. Mungkin dulu anda justru menyanyikannya setiap hari ? tapi taukah anda siapa yang mengarang lagu-lagu dolanan tersebut? dan apa makna dari lagu tersebut? Pasti banyak di kalangan kita yang belum tahu kalu lagu-lagu tersebut karangan para wali songo, dan belum tahu makna dari lagu-lagu tersebut, padahal dulu kita menyanyikannya setiap hari looo...! 

nah disini saya akan berbagi sedikit makna yang terkandung dari  lagu-lagu dolanan Gundul-gundul pacul.

gundul gundul pacul cul gembelengan
nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan
wakul glempang segane dadi sak latar

makna filosofi lagu tsb adalah
Gundul adalah kepala plonthos (Gundul tanpa rambut.)
Kepala adalah lambang kehormatan & kemuliaan seseorang.
Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.
pacul pacul adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Pacul adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani.

22 Jan 2015

Adab Menuntut Ilmu


Untuk mendapatkan ilmu yang manfaat dan barokah tentu tidak hanya mengandalkan kerja keras dalam belajar, tentu kita harus berdoa dan beradab dalam menuntut ilmu. Banyak orang pintar pada masa sekolah tetapi mendapatkan pekerjaan yang tidak layak. Itu bisa jadi adab dalam menuntut ilmu kurang baik, sehingga ilmunya tidak barokah. Tetapi bukan berarti orang semasa sekolah pintar lalu seret di karis itu kurang beradab. Kejadian seperti itu bisa jadi hanya ujian. Tetapi adab dalam menuntut ilmu sangat mempengaruhi turunnya barokah dari Allah SWT. Berikut adab dalam menuntut ilmu yang saya rangkum dari kitab Ta'limul Muta'alim ( Syekh Az-Zarnuji )
   A.   Mengagungkan ilmu
Penting diketahui, Seorang pelajar tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat, selain jika mau mengagungkan ilmu itu sendiri, ahli ilmu, dan menghormati keagungan gurunya. Ada dikatakan: ”Dapatnya orang mencapai sesuatu hanya karena mengagungkan sesuatu itu, dan gagalnya pula karena tidak mau mengagungkannya. Tidaklah anda telah tahu, manusia tidak menjadi kafir karena maksiatnya, tapi jadi kafir lantaran tidak mengagungkan Allah”.

Membentuk Struktur Martensit/Bainit



Struktur Martensit/Bainit adalah stuktur yang memiliki kekerasan yang sangat tinggi. Untuk membentuk struktur Martensit/Bainit yang memiliki kekerasan tinggi membutuhkan proses pengerasan termal. Secara garis besar proses pengerasan termal ini melalui tiga tahap yaitu tahap pemanasan, kuens, temper.
1.    Tahap Pemanasan (Heating)
Untuk memenuhi tuntutan fungsi seperti harus keras, tahan gesekan atau beban kerja yang berat, maka baja harus dikeraskan melalui proses pengerasan.
Hal-hal yang perlu diketahui pada saat tahap pemanasan :
·         Perbedaan temperatur antara bagian dalam dan permukaan, akibat rambatan panas, menyebabkan perbedaan pemuaian volume.
·         Baja menyusut sampai 4% (volume) pada kenaikan temperature mencapai transformasi austenite.
Hal-hal yang perlu dikontrol pada tahap pemanasan :
Ø  Lakukan preheating pada temperatur sekitar 550-650 oC untuk mengeliminasi distorsi yang mungkin timbul akibat pemanasan.
Ø  Kecepatan pemanasan harus dikontrol agar tidak menimbulkan gradient temperatur yang sangat curam antara bagian dalam dan permukaan.

Diagram Fe 3C


Keterangan gambar :
Dari diagram diatas dapat kita lihat bahwa pada proses pendinginan perubahan perubahan pada struktur kristal dan struktur mikro sangat bergantung pada komposisi kimia. Pada kandungan karbon mencapai 6.67% terbentuk struktur mikro dinamakan Sementit Fe3C (dapat dilihat pada garis vertical paling kanan). Sifat sifat cementitte: sangat keras dan sangat getas. Pada sisi kiri diagram dimana pada kandungan karbon yang sangat rendah, pada suhu kamar terbentuk struktur mikro ferit. Pada baja dengan kadar karbon 0.83%, struktur mikro yang terbentuk adalah Perlit, kondisi suhu dan kadar karbon ini dinamakan titik Eutectoid.
Pada baja dengan kandungan karbon rendah sampai dengan titik eutectoid, struktur mikro yang terbentuk adalah campuran antara ferit dan perlit. Pada baja dengan kandungan titik eutectoid sampai dengan 6.67%,

Perlakuan Panas

Perlakuan Panas (Heat Treatment)


Dari sebuah rangkuman yang ditulis oleh Avner (1974: 676) menyatakan bahwa perlakuan panas (heat treatment) adalah: “Heating and cooling a solid metal or alloy in such away as to obtain desired conditions or properties. Heating for the sole purpose of hot-working is excluded from the meaning of this definition”.
Perlakuan panas adalah suatu proses pemanasan dan pendinginan logam dalam keadaan padat untuk mengubah sifat-sifat mekaniknya. Baja dapat dikeraskan sehingga tahan aus dan kemampuan memotong meningkat atau dapat dilunakan untuk memudahkan proses permesinan lanjut. Melalui perlakuan panas yang tepat, tegangan dalam dapat dihilangkan, ukuran butir dapat diperbesar  atau  diperkecil.  Selain  itu  ketangguhan  ditingkatkan  atau  dapat  dihasilkan  suatu permukaan yang keras disekeliling inti yang ulet.

Diagram TTT/CCT

 Diagram TTT/CCT

Diagram TTT (Time, Temperature, dan Transformation) adalah sebuah gambaran dari temperatur terhadap waktu logaritma untuk baja paduan dengan komposisi tertentu. Diagram ini biasanya digunakan untuk menentukan kapan transformasi mulai dan berakhir pada perlakuan panas yang isothermal (temperatur konstan) sebelum menjadi campuran Austenit. Ketika Austenit didinginkan secara perlahan-lahan sampai pada temperature dibawah temperatur kritis, struktur yang terbentuk ialah Perlit. Semakin meningkat laju pendinginan, suhu transformasi Perlit akan semakin menurun. Struktur mikro dari materialnya berubah dengan pasti bersamaan dengan meningkatnya laju pendinginan. Dengan memanaskan dan mendinginkan sebuah contoh rangkaian,transformasi austenit mungkin dapat dicatat. Diagram TTT menunjukkan kapan transformasi mulai dan berakhir secara spesifik dan diagram ini juga menunjukkan berapa persen austenit yang bertransformasi pada saat suhu yang dibutuhkan tercapai. Peningkatan kekerasan dapat tercapai melalui kecepatan pendinginan dengan melakukan pendinginan dari suhu yang dinaikkan seperti pendinginan furnace, pendinginan udara, pendinginan oli, cairan garam, air biasa, dan air asin.

ETIKA YANG HILANG PADA BANGSA INI

ETIKA YANG HILANG PADA BANGSA INI



Ketika membicarakan etika dan sopan santun pada anak muda saat ini saya sebagai anak muda merasa sangat bersalah karena bobroknya moral. Kadang saya merasa bingung kenapa bisa demikian. Apakah para orang tua kita juga berperilaku demikian?, toh kenyataannya para orang tua kita lebih ramah, sopan, dan punya etika yamg baik. Walaupun ada yang tidak demikian, tetapi banyak orang dari mancanegara yang mengakui kalau dulu bangsa Indonesia ini bangsa yang ramah dan sopan. Kenapa perilaku seperti ini tidak menurun pada generasi saya ini.
Dulu bangsa ini terkenal dengan rakyatnya yang santun, ramah, dan sederhana. Walaupun banyak anak anak 

1 Des 2014

SYIIRAN TANPO WATON (GUS DHUR)



Astagfirullah robbal baroya…
Astagfirulloh minal khootooya…
Robbi zidni `ilmannaafii’a…
Wawaffikni `amalansoliha…

Yarosulalloh salammun’alaik…
Yaarofi’asaaniwaddaaroji…
`atfatayaji rotall `aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…

Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran
Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo petungan 2X

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro 2X

Akeh kang apal Qur’an haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2X

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho 2X

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine 2X

Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane 2 X

Alquran qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo 2X

5 Jul 2014

Sistem Refrigerasi Uap



Sistem refrijerasi uap bertujuan untuk menjaga daerah dingin dengan temperatur di bawah temperatur sekitarnya. Hal tersebut biasanya dicapai dengan system refrijerasi uap.
A. Pengertian Sistem Refrijerasi Uap
Untuk  mengenalkan  aspek-aspek  refrigerasi,  pandanglah  sebuah  siklus refrigerasi uap Carnot. Siklus ini adalah kebalikan dari siklus daya uap Carnot. Siklus ini didapatkan dengan membalikkan siklus tenaga uap menunjukkan sekema kerja dan diagram T-s siklus refrijerasi uap Carnot yang di operasikan di antara daerah bertemperatur Tc dan daerah lain yang memiliki temperature yang lebih tinggi Th. Siklus ini dijalankan dengan refrijeran yang disirkulasikan secara tunak melalui komponen- komponen. Seluruh proses adalah reversible secara internal. Selain itu, karena perpindahan kalor antara refrijeran dan setiap daerah terjadi tanpa terjadi perubahan temperatur, maka tidak ada inversibilitas eksternal. Perpindahan energy ditunjukkan pada diagram tersebut memiliki nilai positif yang ditunjukkan oleh tanda panah.
Pada  siklus,  refrigeran  bersirkulasi  melalui  urutan  beberapa  komponen. Semua proses secara internal reversibel. Perpindahan kalor antara refrigeran dan setiap  bagian  terjadi  tanpa  perubahan  temperatur,  dan  tidak  ada  terjadi ireversibilitas eksternal.

12 Jun 2014

HAJI DAN UMROH



Asal mula arti haji menurut lughah atau arti bahasa (etimologi) adalah “al-qashdu” atau “menyengaja”. Sedangkan arti haji dilihat dari segi istilah (terminology) berarti bersengaja mendatangi Baitullah (ka’bah) untuk melakukan beberapa amal ibadah dengan tata cara yang tertentu dan dilaksanakan pada waktu tertentu pula, menurut syarat-syarat yang ditentukan oleh syara’, semata-mata mencari ridho Allah.
Adapun umrah menurut bahasa bermakna ‘ziarah’. Sedangkan menurut syara’ umrah ialah menziarahi ka’bah, melakukan tawaf di sekelilingnya, bersa’i antara Shafa dan Marwah dan mencukur atau menggunting rambut dengan cara tertentu dan dapat dilaksanakan setiap waktu.
Allah SWT telah menjadikan baitullah suatu tempat yang dituju manusia pada setiap tahun.
Allah SWT berfirman :
وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
"Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i´tikaf, yang ruku´ dan yang sujud". (Al-baqarah :125)

Baitullah adalah suatu tempat yang didatangi manusia pada setiap tahun. Lazimnya mereka yang sudah pernah mengunjungi Baitullah, timbul keinginannya untuk kembali lagi yang kedua kalinya.
Maka makna Hajjul baiti menurut syara’ ialah : mengunjungi baitullah dengan sifat yang tertentu, di waktu yang tertentu, disertai dengan perbuatan-perbuatan yang tertentu pula.

Proses Bubut





A. Pengertian Mesin Bubut
Mesin bubut merupakan salah satu jenis mesin perkakas. Prinsip kerja pada proses turning atau lebih dikenal dengan proses bubut adalah proses penghilangan bagian dari benda kerja untuk memperoleh bentuk tertentu. Di sini benda kerja akan diputar/rotasi dengan kecepatan tertentu bersamaan dengandilakukannya proses pemakanan oleh pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan (feeding).

Komponen Utama Mesin Bubut Mesin bubut pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen utama antara lain.

B. Fungsi dan bagian bagian utama mesin bubut
1.    Kepala Tetap(Headstock)
Adalah bagian mesin yang letaknya disebelah kiri mesin,bagian inilah yang memutarkan benda kerja. Didalamnya terdapat kumparan satu seri roda gigi serta roda tingkat atau tunggal. Roda tingkat terdiri atas tiga atau empat buah keping dengan garis tengah yang berbeda,roda tingkat diputar oleh suatu motor yang letaknya dibawah atau disamping roda tersebut melalui suatu ban.

Proses Pengelasan




A.  PENGELASAN LEBUR / FUSI
1.     Pengelasan Busur
Pengelasan busur adalah pengelasan lebur dimana penyatuan logam dicapai dengan menggunakan panas dari busur listrik.Busur listrik timbul karena adanya pelepasan muatan listrik melewati celah dalam rangkaian, dan panas yang dihasilkan akan menyebabkan gas pada celah tersebut mengalami ionisasi (disebut plasma). Untuk menghasilkan busur dalam pengelasan busur, elektrode disentuhkan dengan benda kerja dan secara cepat dipisahkan dalam jarak yang pendek. Energi listrik dari busur dapat menghasilkan panas dengan suhu 10.000 o F (5500o C) atau lebih, cukup panas untuk melebur logam. Genangan logam cair, terdiri atas logam dasar dan logam pengisi (bila digunakan), terbentuk di dekat ujung elektrode. Kebanyakan proses pengelasan busur, logam pengisi ditambahkan selama operasi untuk menambah volume dan kekuatan sambungan las-an. Karena logam pengisi dilepaskan sepanjang sambungan, genangan las-an cair membeku dalam jaluran yang berombak.
Pergerakan elektrode relatif terhadap benda kerja dapat dilakukan secara manual atau dengan bantuan peralatan mekanik (pengelasan mesin, pengelasan automatik, pengelasan robotik). Kelemahan bila pengelasan busur dilakukan secara manual, kualitas las-an sangat tergantung kepada ketrampilan pengelas.
Produktivitas dalam pengelasan busur sering diukur sebagai waktu busur (arc time), yaitu :
                        Waktu busur = waktu busur terbentuk : jam kerja

Untuk pengelasan manual, waktu busur biasanya sekitar 20 %. Waktu busur bertambah sekitar 50 % untuk pengelasan mesin, automatik, dan robotik.
a.     Teknologi Pengelasan Busur
Sebelum menjelaskan proses pengelasan busur secara individual, terlebih dulu akan dibahas elemen-elemen dasar yang menyertai proses ini, seperti :
ü  elektrode,
ü  pelindung busur (arc shielding), dan
ü  sumber daya dalam pengelasan busur.
Elektrode, dapat diklasifikasikan sebagai 
v  Elektrode terumpan (consumable electrodes)
Elektrode berbentuk batang atau kawat yang diumpankan sebagai logam pengisi dalam pengelasan busur. Panjang batang las pada umumnya sekitar 9 sampai 18 in. (225 sampai 450 mm) dengan diameter ¼ in. (6,5 mm) atau kurang. Kelemahan dari elektrode bentuk batang, selama pengoperasiannya harus diganti secara periodik, sehingga memperkecil waktu busur dalam pengelasan. Elektrode bentuk kawat memiliki kelebihan bahwa pengumpanan dapat dilakukan secara kontinu karena kawat memiliki ukuran jauh lebih panjang dibandingkan dengan elektrode bentuk batang. Baik elektrode bentuk batang maupun bentuk kawat kedua-duanya diumpankan ke busur listrik selama proses dan ditambahkan ke sambungan las-an sebagai logam pengisi.

9 Jun 2014

Proses Pengecoran Logam






PROSES MESIN DIE CASTING HPDC


A. Pengertian Die Casting
Die Casting Mechine merupakan suatu mesin produksi pencetak produk casting dalam  Pengecoran logam alumunium. Pengertian casting sendiri yaitu: proses pencetakan logam ( dari logam cair menjadi bentuk produk padat ) dengan tekanan. Adapun macam/jenis proses casting sendiri terbagi menjadi 2, yaitu:
1.    Low Pressure Die Casting (LPDC) : Yaitu proses casting dengan menggunakan tekanan rendah. Biasa di pakai dalam Gravity Casting, yaitu proses pencetakannya memanfaatkan gaya gravitasi.
2.    High Pressure Die Casting (HPDC) : Yaitu proses casting dengan menggunakan tekanan tinggi. Dalam proses pencetakannnya di butuhkan tekanan yang relatif tinggi untuk menghasilkan sebuah produk casting. Khususnya dalam tekhnologi Die Casting  proses pencetakan  memakai sebuah cetakan atau MOLD yang mempunyai tingkat presisi yang tinggi, sehingga proses pencetakannya dapat dilakukan berulang-ulang dengan hasil produk  yang sama dalam bentuk maupun ukurannya.

B. Pengertian Die Casting HPDC
HPDC (High Pressure Die Casting) Yaitu proses casting dengan menggunakan tekanan tinggi. Dalam proses pencetakannnya di butuhkan tekanan yang relatif tinggi untuk menghasilkan sebuah produk casting. Khususnya dalam tekhnologi Die Casting  proses pencetakan  memakai sebuah cetakan atau MOLD yang mempunyai tingkat presisi yang tinggi, sehingga proses pencetakannya dapat dilakukan berulang-ulang dengan hasil produk  yang sama dalam bentuk maupun ukurannya.
Metode HPDC merupakan metode penuangan yang paling modern yang dapat menghasilkan bagian yang equivalent dengan produk permesinan. Prinsip dasat metode ini adalah pemberian tekanan pada logam cair sehingga masuk kedalam rongga cetak. Dies dipasang pada plat dasar mesin yang dapat ditutup dan dibuka dengan mudah. Untuk membuat produk diperlukan cetakan tetap terbuat dari logam yang terdiri dari bagian dasar (cetakan tangkup). Cetakan ini dipasang pada mekanis penggerak cetakan pada mesin (die closing unit) yang terdiri dari bagian tetap dan bagian bergerak. Adanya bagian tetap dipasang belahan cetakan yang akan berhubungan dengan silinder pengisi cairan. Pada bagian bergerak dipasang belahan cetakan yang mempunyai bagian enjector. Silinder pengisi logam cair disemprotkan kedalam cetakan yang tertutup. (Surdia, 1995)