A. PENGELASAN
LEBUR / FUSI
1.
Pengelasan
Busur
Pengelasan busur adalah pengelasan lebur dimana penyatuan
logam dicapai dengan menggunakan panas dari busur listrik.Busur listrik
timbul karena adanya pelepasan muatan listrik melewati celah dalam rangkaian,
dan panas yang dihasilkan akan menyebabkan gas pada celah tersebut mengalami
ionisasi (disebut plasma). Untuk menghasilkan busur dalam pengelasan busur,
elektrode disentuhkan dengan benda kerja dan secara cepat dipisahkan dalam
jarak yang pendek. Energi listrik dari busur dapat menghasilkan panas dengan
suhu 10.000 o F (5500o C) atau lebih, cukup panas untuk melebur logam. Genangan
logam cair, terdiri atas logam dasar dan logam pengisi (bila digunakan),
terbentuk di dekat ujung elektrode. Kebanyakan proses pengelasan busur, logam
pengisi ditambahkan selama operasi untuk menambah volume dan kekuatan sambungan
las-an. Karena logam pengisi dilepaskan sepanjang sambungan, genangan las-an
cair membeku dalam jaluran yang berombak.
Pergerakan elektrode relatif terhadap benda kerja dapat
dilakukan secara manual atau dengan bantuan peralatan mekanik (pengelasan
mesin, pengelasan automatik, pengelasan robotik). Kelemahan bila pengelasan
busur dilakukan secara manual, kualitas las-an sangat tergantung kepada
ketrampilan pengelas.
Produktivitas dalam pengelasan busur sering diukur
sebagai waktu busur (arc time), yaitu :
Waktu busur = waktu busur terbentuk : jam kerja
Untuk pengelasan manual, waktu busur biasanya sekitar 20
%. Waktu busur bertambah sekitar 50 % untuk pengelasan mesin, automatik, dan
robotik.
a.
Teknologi Pengelasan Busur
Sebelum
menjelaskan proses pengelasan busur secara individual, terlebih dulu akan
dibahas elemen-elemen dasar yang menyertai proses ini, seperti :
ü elektrode,
ü
pelindung busur (arc shielding), dan
ü
sumber daya dalam pengelasan busur.
Elektrode, dapat diklasifikasikan sebagai
v
Elektrode
terumpan (consumable electrodes)
Elektrode berbentuk batang atau kawat yang diumpankan
sebagai logam pengisi dalam pengelasan busur. Panjang batang las pada umumnya
sekitar 9 sampai 18 in. (225 sampai 450 mm) dengan diameter ¼ in. (6,5 mm) atau
kurang. Kelemahan dari elektrode bentuk batang, selama pengoperasiannya harus
diganti secara periodik, sehingga memperkecil waktu busur dalam pengelasan.
Elektrode bentuk kawat memiliki kelebihan bahwa pengumpanan dapat dilakukan
secara kontinu karena kawat memiliki ukuran jauh lebih panjang dibandingkan
dengan elektrode bentuk batang. Baik elektrode bentuk batang maupun bentuk
kawat kedua-duanya diumpankan ke busur listrik selama proses dan ditambahkan ke
sambungan las-an sebagai logam pengisi.